Mengenali Ketidaksamaan Di antara Internet Starlink dan Internet Kabel

Internet Starlink ialah layanan internet satelit yang diperkembangkan oleh SpaceX, perusahaan tehnologi yang dibangun oleh Elon Musk. Starlink memakai bentuk satelit rendah bumi (LEO) untuk menyiapkan koneksi internet dengan kecepatan tinggi ke berbagai wilayah di penjuru dunia, khususnya di beberapa daerah terasing dan kurang terlayani oleh infrastruktur internet tradisional.

Mekanisme ini terbagi dalam beberapa ribu satelit yang bekerja di orbit rendah, yang memungkinkannya https://www.populita.com/ latency lebih rendah dibanding satelit geostasioner. Pemakai Starlink cuma membutuhkan piranti yang menerima kecil yang dikenali sebagai “dish” untuk menyambungkan ke jaringan satelit dan nikmati akses internet yang cepat dan handal.

Internet kabel, di lain sisi, ialah tipe akses internet yang memakai kabel fisik, seperti kabel tembaga atau serat optik, untuk mengirim data dari penyedia layanan internet (ISP) ke rumah atau usaha pemakai. Internet kabel kerap kali ada di wilayah perkotaan dan tepian kota yang memiliki infrastruktur yang ideal.

Serat optik, terutama, tawarkan kecepatan tinggi dan kemampuan data yang lebih besar dengan latency rendah, membuat bagus untuk keperluan bandwidth tinggi seperti streaming video HD, gaming online, dan program usaha yang memerlukan sambungan konstan dan cepat. Berlainan dengan Starlink yang bisa dijangkau hampir di semua lokasi dengan pandangan secara langsung ke langit, internet kabel terbatas pada tempat yang memiliki jaringan kabel yang telah dipasang.

Ketidaksamaan Di antara Internet Starlink dan Internet Kabel
Perkembangan tehnologi internet sudah bawa berbagai pilihan jaringan, termasuk internet kabel dan internet satelit seperti Starlink. Ke-2 tipe jaringan ini memiliki karakter dan keunggulan yang tidak sama, yang bisa memengaruhi opsi pemakai berdasar keperluan dan keadaan mereka. Berikut ialah sejumlah ketidaksamaan khusus di antara internet kabel dan internet Starlink.

Kecepatan Jaringan
Internet kabel biasanya bisa lebih cepat dibanding internet satelit. Kecepatan internet kabel bisa capai sampai 2.000 Mbps (2 TB), dan internet satelit, termasuk Starlink, tawarkan kecepatan di antara 25 sampai 200 Mbps. Sejumlah pemakai Starlink di Indonesia memberikan laporan kecepatan sampai 300-400 Mbps.
Walaupun internet satelit cepat untuk keperluan setiap hari seperti searching, dia memiliki kekurangan dalam soal latency. Internet satelit condong memiliki latency lebih tinggi karena jarak yang perlu dilakukan signal, mengakibatkan sedikit terlambat dalam tanggapan. Ini menjadi permasalahan, contohnya, waktu bermain game online yang memerlukan latency rendah.

Ongkos
Internet kabel umumnya tambah murah dibanding internet satelit. Pemakai internet kabel sering bisa beli paket bundel yang meliputi layanan internet dan tv, pada harga yang bervariatif bergantung provider dan negara.
Internet satelit, termasuk Starlink, memiliki ongkos lebih tinggi. Harga piranti awal Starlink di Indonesia ialah sekitaran Rp 7,delapan juta, dengan ongkos berlangganan bulanan sekitaran Rp 750.000. Dengan ongkos itu, pemakai di Indonesia bisa abonemen internet kabel dengan kecepatan tinggi atau dua layanan ISP sekalian sebagai cadangan.

Proses Instalasi
Instalasi internet kabel di Indonesia umumnya dilaksanakan oleh mekanik dari provider dengan gratis. Pemakai perlu menanti mekanik tiba dan memasangkan piranti yang diperlukan.
Kebalikannya, pemakai Starlink harus lakukan instalasi sendiri. Piranti Starlink harus ditaruh di lokasi dengan pandangan langit yang terang, seperti atap rumah. Ini menjadi rintangan, khususnya untuk mereka yang ada di apartemen atau tempat dengan ruangan terbatas. Masalah di antara antena dengan langit bisa kurangi kualitas signal yang diterima.

Data Transmisi
Internet kabel memakai kabel coaxial bawah tanah untuk transmisi data. Kabel coaxial ini terbagi dalam tembaga yang terbungkus dalam insulasi, memungkinkannya data transfer yang cepat. Disamping itu, kabel fiber optic sediakan kecepatan lebih tinggi dibanding kabel coaxial. Signal tv kabel memakai kabel coaxial yang sama

Kebalikannya, internet satelit seperti Starlink memakai gelombang radio untuk transmisi data dari satelit yang mengorbit Bumi ke antena di tempat pemakai. Signal ini selanjutnya ditranslate oleh modem jadi akses internet. Tetapi, jaringan satelit bisa dipengaruhi oleh cuaca jelek, yang bisa mengusik transmisi signal.